Mungkin orang mengira maling hanya berani beraksi di tempat-tempat yang sepi dan situasi lengang. Namun ternyata, tempat yang dianggap aman seperti Markas Polisi Daerah (Mapolda) Metro Jaya pun sudah beberapa kali kemalingan.

mapolda metro jaya

Beberapa waktu yang lalu, tepatnya pada tanggal 8 Desember 2015, Anggota Direktorat Pengaman Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Metro Jaya Bripka M Solechan menjadi korban setelah motor matic Vario miliknya raib digondol maling saat diparkir di area Balai Wartawan Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan.

Salah seorang saksi mata mengatakan motor tersebut dikendarai seseorang, tanpa ada rasa curiga sedikitpun kalau pengendara tersebut adalah maling.

Upaya pencarian dilakukan secepatnya, tapi sayangnya, secara kebetulan semua cctv tidak berfungsi.

“Sudah periksa ke CCTV parkir, katanya mati semua nggak ada yang nyala,” kata Solechan seperti dikutip dari berita Kriminalitas.

Menurut data kehilangan, Mapolda Metro Jaya sudah beberapa kali kemalingan. Humas Polda Metro Jaya Briptu Iman kehilangan laptop yang berada di dalam mobil miliknya 11/05/2012. (sumber:detik.com)

Tidak hanya anggota polisi saja yang menjadi korban, pernah kejadian sebelumnya dalam sepekan di tahun 2010. Tercatat lima wartawan kehilangan helm yang tergantung di motor mereka dari Wartawan Kompas, Antara, Trans TV, Media Indonesia, serta yang paling apes adalah wartawan inilah.com, selain kehilangan helm, jaket kesayangannya pun raib.

Saat itu pihak kepolisian telah mengatakan “Kami akan tindak lanjuti laporan itu untuk memperketat pengawasan internal.” (sumber:vivanews)

Apa yang sebenarnya terjadi? apakah mungkin si pencuri paham betul bahwa tempat yang terdengar paling mengerikan baginya adalah tempat paling mudah? atau memang si pencuri tergolong orang yang nekat?