Ayomaju.info – Melemahnya rupiah saat ini memang tidak terlihat sangat krusial, akan tetapi beberapa pengusaha mulai psimistis menanggapi ketidak stabilan ekonomi Indonesia. Imbasnya, beberapa pengusaha seperti di bidang elektronik dan barang impor lainnya mengeluhkan sepinya pembeli karena harga yang terlalu mahal. Terkait dengan hal tersebut, konsumen merasa gajinya terlalu minim untuk membelanjakan apa yang mereka inginkan. Dan yang paling lebih ekstrem lagi, buruh menuntut kenaikan upah nyaris lima juta rupiah, yakni senilai Rp 4,9 juta agar bisa hidup layak.

demo buruh 4,9 juta mediamuda.com jakarta

Kaum buruh melakukan demo yang digerakkan oleh Sentral Gerakan Buruh Nasional (SGBN) dan Serikat Pekerja Retail Indonesia (SPRIN) di depan Istana Negara pada hari Selasa 15 September 2015.

Tentu saja, demonstrasi yang dilakukan oleh buruh pabrik apa lagi kalau bukan tentang kenaikan upah layak. Meskipun dalam aksi mereka kali ini memiliki 11 tuntutan, akan tetapi satu hal yang paling utama adalah soal kenaikan upah riil nasional tahun 2016. Besaran upah yang mereka inginkan minimal adalah Rp 4,9 juta bagi buruh yang masih lajang atau belum berkeluarga.

 

“Katanya upah Rp 4,9 juta kegedean. Kalau ada yang mikir begitu, mereka nggak tahu kebutuhan kita. Kita juga berhak dapat upah yang layak,” kata seorang orator yang berdemo

Seperti pada demonstrasi sebelumnya, penghapusan sistem kerja kontak atau outsourcing selalu menjadi isi dari beberapa tuntuntan yang diajukan. Selain itu buruh juga menuntut pencabutan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 13 Tahun 2012 tentang komponen dan pelaksanaan pencapaian KHL.