otak

Temanpintar.com – GEN yang baik dan asupan nutrisi yang cukup takkan berpengaruh besar pada otak anak jika tak distimulasi. Stimulasi penting untuk mengerakkan otak yang sudah dalam kondisi baik karena gen dan nutrisi.

“Stimulus yang seimbang bagi otak kiri dan otak kanan akan membantu anak memiliki kemampuan seimbang; juga antara kemampuan khas otak kiri seperti matematika dan membaca, serta kemampuan yang melibatkan kreativitas seperti bermain musik dan melukis,” kata Rose Mini, psikolog dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Bagi Rose, otak anak seperti spons. Makin banyak pasokan informasi, makin banyak pula yang diserap. Setidaknya dalam lima tahun awal kehidupannya, orang tua dan keluarga hendaknya aktif menstimulasi otak si kecil. “Makin banyak pengalaman yang didapat, makin cerdas pula otaknya,” katanya.

Stimulus dapat diberikan saat bermain bersama, sehingga akan terasa menyenangkan bagi si anak. misalnya dalam mebacakan cerita. tujuan, agar si anak mengenal berbagai kosa kata. Atau, menyanyi bersama agar si anak mngenal orang-orang yang ada di sekelilingnya. ” bisa juga meberi anak kertas bergambar dan krayon agar ia bisa menggambar dan mewarnai sesuka hati”. katanya.

Stimulus bisa diberikan saat bermain bersama, sehingga akan terasa menyenangkan bagi si anak. Misalnya dengan membacakan cerita. Tujuan, agar anak mengenal berbagai kosa kata.

Soal pemilihan mainan juga harus diperhatikan. Menurut Rose, ada beberapa permainan yang dapat membantu memaksimalkan kemampuan otak anak. Misalnya, mengenalkan perbedaan dan klasifikasi yaitu building blocks atau stuffed animals.

Atau, yang melatih kemampuan emosional dan imajinasi anak, yaitu bermain alat musik; permainan yang melatih kemampuan logis dan akal seperti puzzle; serta permainan yang dapat meningkatkan konsentrasi dan ingatan.

Diingatkan, para orang tua hendaknya tidak terlalu tegas dalam hal bermain bersama anak. “Dalam dunia anak, bermain itu luar bisa, memberi pengalaman dan belajar tanpa beban,” katanya.

Sedangkan motivator Gobind Vashdev mengatakan, orang tua perlu menyadari betapa besar peran mereka bagi proses perkembangan si buah hati, terutama terkait proses perkembangan otaknya sebagai pondasi.

Setiap pasangan orang tua perlu mengenali kekuatan dan kekurangan diri masing-masing, agar dapat saling melengkapi dan membantu dalam proses memberikan nutrisi dan stimulasi pada si kecil.

“Orang tua juga perlu mengenali karakteristik masing-masing anak untuk memberikan stimulasi dengan cara yang paling sesuai. Dan, dalam mendidik anak, perhatikan tindakan dan kata-kata Anda (orang tua, Red), karena anak sangat mudah menyerap, kemudian meniru” katanya.