Jika kalian orang jawa (wong jowo) atau punya teman dari sana, maka akan mendengar istilah ‘ngoboki jangan’ atau dalam bahasa Indonesianya ‘ngobok – ngobok sayuran’, ini adalah kegiatan yang sangat extreme, tidak sopan babar blas.

note* JANGAN (Basa Jawa)= SAYURAN / MASAKAN (Bahasa Indonesia)

Terlebih menggunakan tangan secara langsung.

Sebagai contoh, makanan yang dimasak pada malam hari, atau sisa sayuran / lauk pauk yang belum habis – biasanya emak-emak akan memanasi lagi ‘diangeti’ supaya masih enak dimakan besoknya.

Tapi, apabila ‘hanya dengan satu ujung jari manusia’ dicelupkan pada kuahnya, itu semua akan basi di pagi hari. Lho, kok bisa?

Tangan manusia sangat ajaib!

tangan-ajaib

Aneh, memang. Tapi kenapa bisa seperti itu?

Berikut ini adalah gambaran singkatnya.

Touching parts of the body while handling food. While preparing food a food handler might scratch a pimple, touch a sore, push back hair, scratch an ear or rub or pick the nose. Every one of these activities contaminates the fingers with bacteria. If the person’s hands are not washed before handling food again, these bacteria will be passed to the food. [source: The Departement of Health – Australia]

Intinya adalah, tangan manusia itu sangat susah untuk terhindar dari bakteri. Misalnya kamu baru aja garuk-garuk tangan, ngupil, atau nyebokin tetangga dan kamu lupa cuci tangan, nah… disitulah tangan kalian tercemar bakteri. Dan jika jari tangan kamu masuk, bakteri itu akan tertinggal, sayuran terkontaminasi, dan akhirnya basi.

makanan-basi

Cara ini bisa kamu lakukan di malam hari sebelum acara resepsi pernikahan sang mantan; “jangane diobok-obok ben pestane bubar!”

ngobok-jangan-pesta-pernikahan-resepsi-mediamuda-jangkrik

Eh, jangan ding… nggak baik!